Selamat Datang di Website Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

ISU STRATEGIS DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

 

1
Identifikasi Dan Analisis Kondisi Internal
 
Identifikasi Dan Analisis Kekuatan
   
Jumlah Pegawai Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 23 Orang merupakan suatu kekuatan yang didukung oleh kedispilinan dan kerjasama yang baik antar bidang, dalam mewujudkan Visi dan Misi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
   
Selain personil, Aset yang dimiliki Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjung Jabung Barat baik yang berasal dari APBD maupun APBN juga merupakan kekuatan dalam membantu pelaksnaan tugas pokok dan fungsi Dinas.
 
Identifikasi Dan Analisis Kelemahan
    Secara kuantitas Pegawai Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan suatu kekuatan, akan tetapi kekurangan tenaga teknis dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi merupakan kelemahan yang harus segera diatasi.
2
Identifikasi Dan Analisis Kondisi Eksternal
 
Identifikasi Dan Analisis Peluang
 
1
Potensi Sumber Energi
   
Masih banyak potensi yang dapat dikembangkan terkait dengan bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, diantaranya beberapa potensi air terjun di Desa Lubuk Bernai Kecamatan Batang Asam, Desa Lubuk Kambing Kecamatan Renah Mendaluh untuk dapat dibangun PLTMH.
 
2
Potensi Peningkatan Nilai Tambah
   
Disamping potensi Sumber Daya Alam (SDA) terdapat potensi lain yang dapat mendukung perkembangan sektor ESDM yaitu peningkatan nilat tambah. Berdasarkan UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara pasal 102 “bahwa pemegang IUP dan IUPK wajib meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan atau batubara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara”. Hal ini berdampak pada peningkatan lapangan kerja, pemberdayaan ekenomi masyarakat, dan penerimaan Negara
 
Identifikasi Dan Analisis Ancaman
 
Permasalahan yang dihadapi dan merupakan acanaman bagi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yaitu :
 
a
Rendahnya pemanfaatan energi alternative, banyaknya potensi alternative yang belum termanfaatkan seperti kotoran sapi (Biogas)  sebagai sumber energi.
 
b
Belum optimalnya penyaluran Dana Bagi Hasil Migas, hal ini disebabkan oleh keterbatasan kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam melakukan pengawasan terhadap usaha hulu Migas.
 
c
Belum Optimlanya pelaksanaan prinsip Pertambangan yang baik dan benar (good mining practices), masih banyaknya perizinan yang tidak mengikuti kaidah pertambangan yang baik dan benar. Maraknya aktivitas pertambangan rakyat ilegal (PETI) dan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai pengelolaan pertambangan dari pelaku aktivitas pertambangan.
 
d
Belum lengkap dan akuratnya data, data yang masih perlu dilakukan pemutakhiran diantaranya :
  • Wilayah Kerja Bidang ESDM
  • Potensi Bahan Galian dan Panas Bumi;
  • Cadangan Mineral dan Batubara;
  • Peta Rawan Bencana Geologi;
  • Air Tanah
 
e
Belum optimalnya pengelolaan Sistem Informasi Geografis (SIG) Pertambangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral belum memiliki peralatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang sangat diperlukan terutama dalam penyiapan data base.
 
f
Permasalahan Sumber Daya Air, Permasalahan dalam pembangunan infrastruktur air secara garis besarnya adalah meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan daya dukung sumber daya air, menurunnya kemampuan penyediaan air akibat berkembangnya daerah pemukiman dan industri.
 
g
Permasalahan Ketenagalistrikan, Pembangunan ketenagalistrikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti keterbatasan kapasitas pembangkit, kondisi sistem pembangkit memiliki daya yang sangat kurang, permasalahan lainnya berupa keterbatasan kemampuan pendanaaan, tingginya ketergantungan terhadap BBM, dan rendahnya kinerja sarana dan prasarana.
 
h
Permasalahan Minyak dan Gas Alam, Permasalahan dalam bidang minyak dan gas alam (migas) secara umum  adalah kurangnya informasi jumlah sumur migas dan besarnya cadangan migas yang ada serta masih simpang siurnya sistem dana bagi hasil antara Pihak Perusahaan dengan Pemerintah Daerah (Tanjung Jabung Barat).
 
i
Permasalahan Pertambangan Umum, Permasalahan dibidang pertambangan umum diantaranya belum adanya Peta Potensi Bahan Galian Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sistem pengawasan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai perwakilan dari Aparatur Pemerintah yang masih kurang terhadap perusahaan yang telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara dan Galian C sehingga di lapangan terkadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, belum terealisasinya sistem reklamasi pasca tambang dan belum adanya Kepala Teknik Tambang (KTT) dari perusahaaan-perusahaan tambang batubara yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
3
Arah Kebijakan
  Kegiatan pembangunan sarana bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diarahkan untuk menunjang kegiatan yang mencakup program-program sebagai berikut :
 
1
Program Pelayanan Administrasi Kantor, Peningkatan Sarana, Prasarana dan Disiplin Aparatur serta Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur yng bertujuan untuk meningkatkan pelayanan teknis administrasi yang baik sesuai dengan standar pelayanan masing-masing unit organisasi dan meningkatkan kerapian dan disiplin aparatur.
 
2
Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan tertibnya usaha pertambangan. Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
 
a
Terlaksananya pendataan dan koordinasi serta pengawasan usaha pertambangan
 
b
Termonitornya kegiatan usaha pertambangan dan data usaha pertambangan
 
3
Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan yang bertujuan agar tersedia jaringan kelistrikan, adanya perencanaan serta pengawasan pembangunan ketenagalistrikan. Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
 
a
Meningkatkan usaha dan kualitas pengembangan ketenagalistrikan
 
b
Tersedianya jaringan kelistrikan dan bangunan kelistrikan
 
4
Program Peningkatan Pelayanan dan Pengelolaan Air Tanah yang bertujuan agar tersedianya air bersih bagi masyarakat dan lancarnya pekerjaan. Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
 
a
Terlaksananya pembuatan sumur bor bagi masyarakat
 
b
Meningkatkan kelancaran dan kenyamanan bekerja serta tersedianya air bersih bagi masyarakat
 
5
Pengembangan dan Pembinaan Bidang Migas yang bertujuan tersedianya data Lifting Migas. Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
 
a
Tercapainya pengembangan usaha bidang migas
 
b
Terlaksananya pendataan dan koordinasi bidang migas

 

Galeri Photo